Bupati Herdiat Tegaskan Langkah Tegas
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyatakan ada 47 siswa yang mengalami keracunan, 16 di antaranya masih menjalani perawatan.
“Saat ini, 14 siswa berada di Puskesmas Pamarican dan dua orang di RSUD Banjar. Jadi total ada 16 siswa yang masih dalam perawatan,” ujarnya.
Herdiat memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam.
“Kalau aturan mengharuskan menutupnya sementara, akan kita tutup. Kalau harus tutup permanen, maka akan kita lakukan,” tegasnya, menyoroti dugaan kelalaian dapur penyedia makanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia, menekankan harus mematuhi standar waktu memasak.
“Kalau sampai waktu memasak 12 jam sebelum pendistribusian, itu jelas kelalaian,” katanya.
BGN Tutup Dapur Sukajadi
Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya menghentikan sementara operasional dapur MBG Pamarican Sukajadi.
Keputusan itu tertuang dalam surat resmi bernomor 544/D.TWS/09/2025 yang ditandatangani Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Alberius Dony Dewantoro.
“Untuk sementara SPPG Ciamis Pamarican Sukajadi dihentikan operasionalnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” bunyi surat tersebut.
BGN menilai kasus ini menunjukkan lemahnya verifikasi sejak awal pelaksanaan program MBG.
Praktisi Hukum Ingatkan Pemerintah
Praktisi hukum asal Ciamis, Vera Fillinda Agustiana Dewi, S.H., M.H., menilai insiden ini harus menjadi bahan evaluasi.
“Pertama, sebaiknya lakukan kajian apakah pemberian gizi kepada masyarakat rentan harus melalui pembagian makanan langsung. Atau ada cara lain yang lebih aman. Kalau tetap akan berlanjut, maka pengelola makanan harus qualified, tentunya dengan melibatkan ahli hingga ke tingkat bawah,” ujarnya.
Vera menambahkan, kasus ini menimbulkan kecemasan bagi masyarakat penerima manfaat program MBG.














