Akibatnya, untuk pertama kalinya, tidak ada satu pun kota di Indonesia yang memenuhi syarat untuk mendapatkan Predikat Kota Bersih (Adipura) maupun Adipura Kencana.
Di tengah absennya peraih Adipura tersebut, posisi Ciamis sebagai peringkat terbaik nasional menjadikannya sebagai role model utama pengelolaan sampah di Indonesia.
Kado Manis di Tengah Kondisi Bupati
Momen membanggakan ini diterima oleh Dr. Taufik yang mewakili Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.
Sebagaimana diketahui, Bupati Herdiat saat ini sedang menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Prestasi sebagai kabupaten terbaik se-Indonesia ini menjadi kado penyemangat bagi sang Bupati dan seluruh masyarakat Galuh.
Berpacu dengan “Kiamat” TPA 2028
Di balik selebrasi ini, Menteri Hanif membawa pesan peringatan dari Presiden Prabowo Subianto.
Berdasarkan data teknis, sebagian besar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia rata-rata sudah berusia 17 tahun, mendekati batas maksimal operasional 20 tahun.
”Bapak Presiden mengingatkan bahwa TPA kita secara teknis akan berakhir pada tahun 2028. Kita hanya memiliki waktu tiga tahun dari sekarang untuk berjibaku menyelesaikan sampah dari hulu ke hilir,” ujar Hanif.
Arahan Presiden tersebut menekankan pentingnya pengurangan sampah dari sumbernya.
Sebuah strategi yang kini sukses membawa Ciamis ke puncak klasemen kabupaten paling bersih di tanah air.














