Sementara itu, Kang Dodo, perwakilan komunitas disabilitas Ciamis, menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah daerah.
Ia mengapresiasi sinergi lintas dinas yang telah memenuhi banyak kebutuhan dasar kelompok disabilitas.
“Alhamdulillah, perhatian pemerintah sangat terasa. Kami berharap aspek ketenagakerjaan bisa lebih diperkuat agar semakin banyak saudara kami mendapat kesempatan kerja,” tuturnya.
Ciamis Kabupaten Inklusif dengan Fiskal Terbatas
Menanggapi hal itu, Bupati Herdiat Sunarya menegaskan bahwa inklusivitas menjadi arah pembangunan utama Ciamis.
Ia menilai, pembangunan yang baik harus memastikan semua masyarakat mendapat ruang dan kesempatan yang sama.
“Kami sudah lama menjalin hubungan erat dengan komunitas disabilitas. Walau kemampuan fiskal terbatas, semangat kami untuk memberi ruang setara tidak pernah berkurang,” kata Bupati.
Bupati menjelaskan, saat ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis sekitar Rp372 miliar, namun sebagian besar sudah dialokasikan untuk BLUD dan pajak daerah.
Akibatnya, ruang fiskal yang tersisa hanya sekitar Rp100 miliar, bahkan menyebabkan defisit anggaran sekitar Rp140 miliar.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh jadi alasan untuk berhenti berbuat baik. Setiap tahun kami tetap menyalurkan hibah bagi organisasi disabilitas, meski nilainya kecil,” ungkapnya.
Herdiat menegaskan, Pemkab Ciamis akan terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor agar pembangunan inklusif benar-benar terwujud.
“Kami ingin setiap kebijakan selalu menempatkan aspek kemanusiaan dan kesetaraan sebagai prioritas. Ciamis harus jadi rumah yang nyaman bagi semua, tanpa ada yang tertinggal,” tegasnya.














