Inovasi kedua adalah Pamong Saba Imah. Melalui sistem jemput bola, pamong mendatangi rumah warga, melakukan pendataan, dan memberi pendampingan langsung.
Pendekatan ini juga bertujuan membangun kembali kepercayaan diri anak agar bersedia melanjutkan sekolah tanpa rasa tertekan.
Kemudian, inovasi ketiga yaitu SISTER (Siswa Terampil). Program ini memberikan pelatihan keterampilan sesuai minat anak sehingga mereka termotivasi kembali belajar.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai prestasi itu menunjukkan komitmen kuat daerah dalam memastikan hak pendidikan bagi seluruh warga.
“Saya bangga dengan prestasi SPNF SKB Ciamis. Ini bukti bahwa upaya mencegah putus sekolah dan menangani ATS memberi dampak nyata,” ujar Herdiat.
Lomba AVI sendiri dirancang untuk mendorong kreativitas daerah dalam menyusun solusi penanganan ATS dan ABPS.
Melalui ajang ini, satuan pendidikan didorong menghadirkan inovasi yang relevan.
Dengan prestasi ini, Ciamis juga kembali membuktikan diri sebagai daerah progresif yang konsisten mengutamakan akses pendidikan bagi semua.














