“Seluruh dokumen pengusulan telah disiapkan, dan beberapa komponen teknis kini tengah diperbarui,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Investasi/BKPM juga sedang menggulirkan gagasan MPP Digital.
Meski masih dalam tahap wacana, beberapa daerah di Jawa Barat sudah mulai menjajaki peluang implementasi sistem digitalisasi pelayanan ini.
Lokasi MPP Sudah Disiapkan
Terkait rencana fisik, Eka menyampaikan bahwa lokasi pembangunan MPP telah ditentukan, yakni di kantor DPMPTSP Ciamis saat ini.
Pintu masuknya akan diarahkan dari sisi Stadion Galuh Ciamis, agar tidak terganggu aktivitas pasar subuh yang berada di sisi lainnya.
“DED sudah ada, untuk lokus pengajuannya memang di kantor DPMPTSP yang sekarang. Jadi nanti pusatnya di situ, yang mau bikin SIM, izin, pelayanan bank, kantor pos, atau Baznas bisa buka cabangnya di MPP,” paparnya.
Ia menambahkan, sistem satu atap sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak merasa seperti ‘dipingpong’ antarinstansi.
Selama ini, karena belum ada integrasi fisik, pemohon terkadang merasa dilempar-lempar ke dinas lain, meskipun sebenarnya sistem sudah dirancang saling terhubung.
“Sementara ini memang belum satu atap, jadi seolah-olah pelayanannya kayak ping pong. Padahal tidak seperti itu. Untuk itulah kita butuh MPP,”jelasnya.
Harapan pada Pemerintah Provinsi
Kendati MPP belum terwujud, Eka berharap Provinsi Jawa Barat dapat melihat kesulitan yang dihadapi kabupaten/kota seperti Ciamis.
Ia menyatakan, realisasi MPP hanya akan optimal jika didukung penuh oleh provinsi.
“Mudah-mudahan provinsi melihat kesulitan dari kabupaten/kota, salah satunya Ciamis. Karena MPP ini memang belum ada, dan memang perlu disuport oleh provinsi,” pungkasnya.














