CIAMIS,Kondusif.com,- Pemerintah Kabupaten Ciamis mengklaim penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 secara mandiri dengan metode blended learning mampu meningkatkan efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
Skema tersebut memadukan pembelajaran tatap muka dan daring sehingga dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis, Ai Rusli Suargi, usai Upacara Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Tahun 2026 di Aula BKPSDM Ciamis, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut Ai, penyelenggaraan pelatihan secara mandiri memberikan keuntungan dari sisi efisiensi biaya.
Pemerintah daerah tidak lagi harus mengirim peserta mengikuti pelatihan di luar daerah, sehingga sejumlah komponen pengeluaran dapat ditekan.
“Pelaksanaan secara mandiri lebih efektif, apalagi menggunakan sistem blended learning yang menggabungkan pembelajaran di kelas dan daring. Dari situ efisiensi anggaran bisa diperoleh,” katanya.
Ai menjelaskan efisiensi juga berasal dari biaya operasional penyelenggaraan.
Karena pelatihan dilaksanakan oleh BKPSDM Ciamis sendiri, pemerintah daerah tidak lagi mengeluarkan biaya kepanitiaan seperti ketika pelatihan dilaksanakan oleh lembaga lain.
Selain itu, honor widyaiswara juga hanya diberikan untuk kelebihan jam mengajar di luar jam kerja.
Dengan mekanisme tersebut, anggaran pelatihan dapat digunakan secara lebih optimal tanpa mengurangi mutu pembelajaran.
Kualitas Pelatihan Tetap Terjaga
Meski lebih hemat, Ai memastikan kualitas pelatihan tetap terjaga. Seluruh proses penyelenggaraan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi, tetap mendapat penjaminan mutu dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Provinsi Jawa Barat.














