Kepala Pusat Pendidikan KP, Alan Koropitan, menambahkan bahwa pendekatan praktis menjadi fokus utama program ini. “Lebih dari sekadar teori di kelas, peserta dibimbing mengembangkan produk berbasis riset yang bernilai ekonomi tinggi. Mereka dilatih mengolah dan mendiversifikasi produk perikanan berbasis ikan, rumput laut, dan mikroalga, serta menerapkan teknologi fermentasi dan ekstraksi protein untuk meningkatkan nilai tambah produk kelautan,” jelasnya, Selasa(11/2/2025).
Sementara itu, Kepala BBRP2BKP, Langgeng Nurdiansah, menekankan bahwa program ini memberi kesempatan kepada taruna/i untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam pengolahan, penerapan bioteknologi, serta uji kualitas produk perikanan. BBRP2BKP yang memiliki fasilitas laboratorium lengkap juga menjadi pendukung utama dalam pelaksanaan program ini.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus berorientasi pada kebutuhan industri. Program ini menjadi bukti nyata bagaimana inovasi pendidikan dapat mendorong lahirnya tenaga kerja kompeten dan siap bersaing di sektor kelautan dan perikanan.***














