Atau bahkan tumbuh kecambah, yang otomatis menjatuhkan harga jual di pasaran.
Langkah Taktis Pemerintah
Merespons kondisi darurat tersebut, Ani Alviah menegaskan bahwa BPP Pamarican bergerak cepat menjalin sinergi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis serta instansi terkait di tingkat provinsi.
”Kami sedang mendata seluruh kerusakan untuk segera mengusulkan bantuan. Prioritas kami adalah memastikan para petani tidak kekurangan pangan pasca-bencana ini,” tegas Ani.
Adapun langkah-langkah konkret yang akan segera ditindaklanjuti meliputi:
Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD): Mengusulkan bantuan pangan dari Kabupaten Ciamis dan Provinsi Jawa Barat sebagai langkah antisipasi rawan pangan.
Program PDRP: Mengupayakan bantuan melalui program Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP) dari DKPP Provinsi Jawa Barat.
Bantuan Benih Padi: Mengusulkan bantuan benih padi gratis untuk musim tanam mendatang bagi para petani yang lahannya terdampak banjir.
Harapan Perbaikan Permanen
Selain bantuan logistik dan benih, para petani sangat berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol secara permanen.
Penggunaan sistem borjong (bronjong kawat batu) dinilai menjadi solusi mendesak agar tanggul lebih kokoh menahan debit air Sungai Citanduy dan Citalahab saat cuaca ekstrem.
”Kami berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah desa dan kecamatan agar penanganan infrastruktur tanggul ini menjadi prioritas. Semoga dengan kerja sama semua pihak, musibah ini tidak terulang kembali dan petani bisa bertani dengan tenang,” pungkas Ani.














