banner 720x220
News  

Bupati Herdiat: “Peperiheun Duit Teu Aya, Tapi Pelayanan Harus Tetap Terbaik”

Menurutnya, kegiatan yang lahir dari kegelisahan para kasepuhan pada 2022–2023 ini menjadi kebutuhan moral di tengah merosotnya akhlak dan mental generasi muda.

Ia menyoroti berbagai fenomena yang terjadi di ruang publik, mulai dari penyalahgunaan teknologi digital hingga munculnya keberanian kelompok tertentu mendeklarasikan perilaku menyimpang secara terbuka.

Bahkan, ia menyebut adanya aktivitas tidak pantas yang terjadi di kawasan Alun-alun Ciamis, persis di depan Masjid Agung.

“Kami bermusyawarah dengan para sesepuh, akhirnya sepakat untuk deklarasi memerangi segala bentuk kemaksiatan di Ciamis,” tuturnya.

Menurutnya, program Masjid Ramah menjadi salah satu instrumen yang mampu merangkul generasi muda.

Kemudian, kembali menghidupkan gerakan Magrib Mengaji yang pernah berjaya pada tahun-tahun sebelumnya.

Di tengah berbagai tantangan, Bupati Herdiat percaya bahwa kebersamaan masyarakat, perangkat daerah, dan para sepuh akan menjadi kekuatan untuk keluar dari kesulitan.

Ia mengajak seluruh elemen menjaga sinergi, mengokohkan komitmen, dan tetap optimis.

“Dengan keterbatasan anggaran, kita harus bahu-membahu. Insyaallah, selama semangatnya ada, Ciamis bisa melewati masa sulit ini,” pungkasnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *