Bupati Herdiat menekankan bahwa Hari Ibu bukan sekadar simbol kasih sayang, melainkan pengakuan atas kontribusi perempuan dalam seluruh lini kehidupan, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun pembangunan nasional.Kesetaraan yang diperjuangkan bukan untuk meniadakan peran laki-laki, melainkan untuk berjalan bersama dalam membangun bangsa yang adil dan beradab.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya aparatur sipil negara, untuk terus menciptakan ruang yang aman, adil, dan setara bagi perempuan, serta memastikan perlindungan terhadap perempuan dan anak sebagai fondasi peradaban yang kuat.
Peringatan Hari Ibu, menurut Bupati, harus menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak akan tercapai tanpa menghormati, melindungi, dan memberdayakan perempuan Indonesia.**
Penulis: Hasna Ismie Lutfiyah














