Menurutnya, penghematan akan difokuskan pada pos belanja barang, perjalanan dinas, hingga konsumsi. Bahkan, pola kerja aparatur juga akan diatur ulang, termasuk penerapan sistem *work from anywhere* untuk menekan biaya listrik, internet, dan air.

“Cuma kita kehilangan snack, makan siang, perjalanan dinas, dan listrik malam hari yang tidak boleh nyala sembarangan. AC dan TV pun akan diatur jam tayangnya. Tapi masyarakat tidak akan kehilangan kinerja pemerintah,” tegas Dedi.
Ia juga menyinggung sejumlah daerah yang akan mengalami penurunan dana cukup signifikan, mulai dari Rp 300 miliar hingga Rp 1 triliun. Namun, ia memastikan semangat membangun Jawa Barat tidak akan kendur.
“Uang boleh berkurang, tapi semangat membangun, kualitas, dan kuantitas pembangunan di Jawa Barat tidak akan pernah berkurang,” pungkasnya.***
(Sumber:Prokopim Ciamis)














