Ikhsan dari Aceh mengaku penuh syukur bisa memiliki rumah sendiri. “Alhamdulillah, insyaallah mampu Pak,” ucapnya mantap saat ditanya Presiden soal cicilan.
Ibu Marwah dari Papua, seorang cleaning service, menyampaikan kebahagiaan luar biasa setelah berhasil menandatangani akad KPR.
Penerima di Ternate, Maluku Utara turut mengungkapkan kepuasan karena kualitas rumah yang diterimanya baik dan nyaman.
Stefanus dari Labuan Bajo, NTT, seorang guru honorer, menginspirasi karena memilih membeli rumah sebelum menikah.
Presiden pun mengapresiasi perencanaan hidupnya yang matang.
Menutup dialognya, Presiden Prabowo kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti berjuang untuk rakyat kecil.
“Rakyat kita semuanya kita perjuangkan. Rumahnya layak, penghasilannya cukup. Ini perjuangan kita bersama. Mudah-mudahan harapan dan cita-cita kalian semua tercapai,” ungkapnya.
Dengan adanya program ini, pemerintah juga berharap semakin banyak keluarga Indonesia yang bisa merasakan kehangatan rumah sendiri tanpa terbebani biaya yang berat.














