Menurut beliau, di era banjir informasi ini, ketelitian dalam menyaring berita sebelum disebarkan bukan hanya kewajiban profesi.
Melainkan juga cerminan dari tanggung jawab moral seorang insan beriman.
Pena sebagai Ladang Pahala
Selain bicara soal etika, Ketua MUI Ciamis ini menyentuh sisi spiritual para jurnalis. Ia mendorong para pengurus IPJI Ciamis untuk meniatkan setiap tulisan sebagai ladang ibadah.
Beliau meyakini, berita yang membawa edukasi, ketenangan, dan kebaikan bagi masyarakat akan tercatat sebagai amal jariyah.
”Jika niatnya lurus dan dijalankan dengan integritas, maka profesi ini menjadi sangat mulia. Namun sebaliknya, jika pena disalahgunakan untuk fitnah, dampaknya akan sangat merusak,” ungkapnya mengingatkan.
Integritas sebagai Tiang Utama
Sebagai penutup tausiyahnya, KH Saeful Uyun menitipkan pesan agar etika tetap menjadi panglima dalam menjalankan tugas di lapangan.
Ia berharap, penguatan jurnalistik yang dilakukan IPJI Ciamis mampu melahirkan wartawan yang tidak hanya kompeten secara wawasan, tetapi juga kokoh secara spiritual.
Pesan ini seolah menjadi pengingat keras sekaligus motivasi bagi seluruh insan pers di Ciamis: bahwa di tengah dunia yang serba cepat, kejujuran dan niat yang tulus tetap menjadi mata uang yang paling berharga untuk menjaga kepercayaan publik.














