”Di wilayah Kubangpari saja, ada 14 RT dengan kurang lebih 500 warga yang terdampak. Selain intensitas hujan yang tinggi dari arah Sidamulih, jebolnya tanggul Sungai Citalahab juga membawa banyak material yang merusak pemukiman,” jelas Subhan.
Ironisnya, banjir ini juga meluluhlantakkan sektor pertanian. Subhan memaparkan bahwa hampir 200 hektar sawah di Desa Sukahurip dan Bangunsari terendam air.
”Banyak lahan yang sebenarnya sudah siap panen. Bahkan, ada padi yang sudah dipanen namun belum sempat diangkut, semuanya ludes terbawa arus banjir,” tambahnya dengan nada prihatin.
Relawan Bahu-Membahu Lakukan Evakuasi
Merespons situasi tersebut, tim gabungan langsung bergerak cepat menyisir lokasi-lokasi terdampak.
Personel dari Polsek Pamarican, Tagana, BPBD, serta para relawan lokal terlihat bahu-membahu mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.
Meskipun situasi mulai terkendali di titik pengungsian, petugas tetap menginstruksikan warga untuk bersiap siaga.
Pasalnya, cuaca masih menunjukkan potensi hujan susulan yang dapat memicu kenaikan debit air kembali.
Koordinasi ketat antar-unsur relawan pun terus dilakukan guna memastikan seluruh kebutuhan warga di pengungsian terpenuhi.














