Kemudian, dia menyebutkan bahwa itu merupakan hasil kolaborasi antara PPDI dan BAZNAS Kabupaten Ciamis.
“Setelah pengukuran pada 4 Mei, kini kaki palsu sudah jadi dan siap digunakan. Selanjutnya, para penerima akan mendapatkan pelatihan penggunaan agar bisa beraktivitas dengan lebih mandiri,” jelasnya.
Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan didukung oleh pemerintah, tidak hanya dalam bentuk alat bantu tetapi juga pelatihan keterampilan dan dukungan ekonomi.
“Pemberdayaan difabel harus menjadi perhatian bersama. Kami mengusulkan agar teman-teman difabel diberi akses ruang usaha, termasuk di area wisata, untuk menjual karya mereka,” tuturnya.
Dengan adanya program ini, PPDI Ciamis ingin membangun optimisme di kalangan penyandang disabilitas bahwa kemandirian bukan hal yang mustahil.














