Dalam unggahan itu, Trans7 mengakui adanya kelalaian dan kurang ketelitian dalam proses penayangan, yang menyebabkan kerugian bagi Keluarga Besar Pondok Pesantren Lirboyo.
“Dengan segala kerendahan hati, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada segenap Kyai, keluarga, pengasuh, santri, serta alumni Pondok Pesantren Lirboyo,” tulis Trans7 dalam pernyataan resminya.
Pihak stasiun televisi juga menyebut telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Gus Adib, salah satu putra KH. Anwar Mansyur, dan berjanji menyerahkan surat permohonan maaf resmi pada hari yang sama.
Warganet: “Jangan Cuma Minta Maaf di Instagram”
Namun, unggahan permintaan maaf itu justru memancing gelombang komentar baru.
Banyak warganet menilai pernyataan Trans7 belum cukup.
“Jangan cuma minta maaf, datang langsung ke pesantren!” tulis warganet.
Komentar lain menyuarakan desakan serupa:
“Permintaan maafnya tayangkan juga di TV dong!” tulis warganet lainnya.
Sementara warganet lainnya menegaskan, “Kawal sampai sowan!”
Kontroversi tayangan “Xpose Uncensored” ini menjadi pelajaran penting bagi media agar lebih sensitif dan memahami nilai-nilai keagamaan dan budaya pesantren sebelum menayangkan konten yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Sampai berita ini diturunkan, pihak Pondok Pesantren Lirboyo maupun Himpunan Alumni masih menunggu langkah lanjutan dari Trans7, termasuk realisasi permintaan maaf secara terbuka di layar televisi nasional.














