Selain itu, BGN juga menggandeng Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat untuk mengawal agar seluruh proses pengolahan sesuai dengan standar kesehatan nasional.
Peserta Dibekali Teknik Masak Higienis
Terkait teknis di lapangan, para instruktur membekali peserta dengan materi teknik memasak higienis hingga prosedur uji kelayakan makanan.
Mengenai aspek legalitas, Eggy memaparkan bahwa hingga kini 105 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Namun, sekitar 145 unit lainnya masih harus menyelesaikan tahap pengujian laboratorium yang mencakup pemeriksaan bahan baku, air, peralatan masak, hingga kesehatan para relawan.
Salah satu tantangan utama yang menjadi sorotan adalah kualitas air.
Untuk mengatasi hal tersebut, BGN Ciamis mendorong penggunaan air galon isi ulang guna meminimalisir kegagalan uji jika membandingkannya dengan penggunaan air sumur yang kualitasnya kurang stabil.
Akhirnya, melalui pengawasan ketat dan pelatihan yang berkesinambungan ini, BGN Ciamis optimis seluruh SPPG dapat segera beroperasi secara optimal.
Dengan demikian, masyarakat dapat segera merasakan manfaat program pemenuhan gizi dengan standar keamanan pangan yang tinggi.














