banner 720x220
News  

BEM Nusantara Kritik Program Makan Bergizi Gratis: “Jangan Korbankan Pendidikan demi Popularitas”

JAKARTA,kondusif.com— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah sebagai agenda prioritas nasional mendapat sorotan tajam dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara.

Program yang diklaim untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia itu dinilai belum matang.

Berisiko besar terhadap keuangan negara, dan berpotensi menenggelamkan isu krisis pendidikan yang jauh lebih mendesak.

Anggaran Fantastis, Risiko Fiskal Mengintai

BEM Nusantara mempertanyakan kesiapan pemerintah menjalankan program MBG dengan beban anggaran yang sangat besar.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sebelumnya menyebut, realisasi anggaran MBG bisa mencapai Rp1,2 triliun per hari, dengan total kebutuhan tahunan sekitar Rp335 triliun.

Sekretaris Pusat BEM Nusantara, Mahliga Nurlang, menilai angka tersebut tidak realistis jika dibandingkan dengan kemampuan fiskal negara.

“Pemerintah harus memastikan program ini tidak menggerus alokasi untuk sektor vital lain seperti pendidikan dan kesehatan,” tegasnya.

Selain persoalan anggaran, BEM Nusantara juga menyoroti persoalan logistik dan distribusi.

Selain itu, kondisi geografis Indonesia yang luas dan beragam dinilai menjadi tantangan besar.

Tanpa mekanisme distribusi yang jelas dan pengawasan ketat, program ini rawan pemborosan, bahkan membuka celah korupsi di tingkat pelaksana.

Kualitas Gizi dan Pengawasan Diragukan

BEM Nusantara juga menilai belum ada jaminan bahwa makanan yang disalurkan benar-benar memenuhi standar gizi.

Tanpa sistem kontrol yang baik, program ini dikhawatirkan hanya menjadi formalitas.

Kasus keracunan massal di Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan beberapa daerah lain yang menimpa lebih dari 5.000 siswa menjadi alarm serius.

“Kejadian itu memperlihatkan lemahnya pengawasan terhadap higienitas dan mutu makanan,” ujar Mahliga.

Sektor Pendidikan Terancam Terpinggirkan

Dalam catatan kritisnya, BEM Nusantara menegaskan bahwa pemerintah seolah melupakan masalah fundamental di sektor pendidikan.

Padahal, pendidikan adalah fondasi utama pembangunan SDM.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *