Contohnya adalah ketidakhadiran Kepala KCD Pendidikan Wilayah XII dalam beberapa agenda penting seperti Expo Pendidikan 2025 di Ciamis.
Menurut Renaldi, ini mencerminkan kurangnya komitmen Pemprov Jawa Barat dalam mendampingi kabupaten/kota.
Masalah-masalah seperti lemahnya pengawasan dana BOS, penahanan ijazah oleh sekolah, serta rendahnya angka partisipasi melanjutkan pendidikan, harus ditangani serius.
“Tanpa pengawasan ketat dan sanksi tegas, cita-cita mencetak generasi emas Indonesia hanya akan menjadi slogan belaka,” ungkapnya.
Ketenagakerjaan Masih Membutuhkan Terobosan
Renaldi juga mengkritik lambatnya penciptaan lapangan kerja yang berkualitas di Jawa Barat.
Dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang masih di atas 8 persen pada 2023, ia menilai strategi pembangunan ketenagakerjaan belum efektif.
Sebagai alternatif, ia mendorong pengembangan sektor pertanian terpadu, perikanan, dan industri kreatif lokal yang lebih tahan krisis dan mampu menyerap tenaga kerja muda.
“Pembangunan sejati adalah ketika rakyat benar-benar merasakan manfaatnya, bukan sekadar angka di atas kertas,” tegas Renaldi.
Tetap Dukung Kepemimpinan Gubernur
Meski menyampaikan kritik tajam, BEM Nusantara Jawa Barat tetap memberikan dukungan terhadap upaya pembenahan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi.
“Kami menaruh harapan besar pada kepemimpinan beliau. Pemimpin sejati adalah yang hadir dan mencintai rakyatnya dengan tulus,” pungkas Renaldi.














