Menegakkan supremasi sipil dengan memastikan kekuasaan sipil memiliki kendali penuh atas kebijakan strategis negara.
Mendesak Presiden Republik Indonesia membuktikan pernyataan terkait keterlibatan asing dan indikasi makar dalam aksi Agustus lalu dengan membentuk tim investigasi independen yang transparan dan lintas elemen.
Mengusut tuntas seluruh kasus pelanggaran HAM, baik masa lalu maupun masa kini.
Menghentikan segala bentuk impunitas dan kriminalisasi terhadap rakyat yang menggunakan hak konstitusionalnya untuk bersuara.
Mendesak pemerataan infrastruktur pendidikan, khususnya di daerah 3T, guna mewujudkan keadilan sosial.
Meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga pendidik sebagai garda terdepan mencerdaskan kehidupan bangsa.
BEM Nusantara Jawa Barat menegaskan kembali komitmennya untuk berdiri bersama rakyat dalam memperjuangkan keadilan, menolak lupa atas tragedi kemanusiaan, serta menyerukan agar negara hadir untuk menuntaskan agenda penegakan HAM dan demokrasi di Indonesia.
Refleksi September Hitam menjadi pengingat bahwa keadilan tidak boleh ditunda dan kebenaran tidak boleh dikubur oleh kepentingan politik. Sejarah, pada akhirnya, hanya akan berpihak kepada mereka yang berani memperjuangkannya.***














