banner 720x220
News  

Bawa PSGC ke Liga 2, Heri Kiswanto Pilih “Ngaso” dan Kumpul Keluarga

“Yang jelas, saya hidup di bola, tidak mungkin berhenti bola. Cuma, sekarang mungkin ngaso dulu, jangan dulu bicara Liga 2,” tambahnya sambil tertawa ringan.

​Refleksi “Grup Neraka” dan Seni Mengolah Mental

​Lebih lanjut, keinginan Herkis untuk beristirahat bukan tanpa alasan.

Ia mengakui bahwa persaingan di fase grup Liga 3 kemarin sangatlah berat.

Ia juga harus memeras otak untuk menyatukan pemain junior dan senior, sebuah tantangan regulasi yang ia sebut sebagai “seni melatih”.

​”Tantangannya sangat berat, alhamdulillah anak-anak bisa melalui. Setiap hari kita terus evaluasi dan analisa supaya mereka berkembang. Mengadapi pemain muda itu harus pakai seni; kalau performa mereka labil, jangan dimarahi, tapi didekati dengan bicara baik-baik,” jelas legenda sepak bola Indonesia tersebut.

​Harapan Heri Kiswanto untuk Masa Depan PSGC

​Meski menyatakan ingin rehat sejenak, Herkis juga tetap menitipkan harapan besar bagi masa depan sepak bola Ciamis.

Kemudian, ia mengamini target Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, untuk membawa PSGC ke kasta tertinggi, Liga 1.

Menurutnya, potensi itu sangat terbuka lebar jika semua pihak bersatu.

​”Kalau ada peluang ke Liga 1, kenapa tidak? Yang terpenting dukungan masyarakat Ciamis harus konsisten, baik saat tim sukses maupun tidak sukses. Jangan sampai saat pemain sedikit drop, malah dicemooh. Kita harus kerja sama agar Ciamis bisa jadi kekuatan utama di Jawa Barat selain Persib,” pungkasnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *