Menurut Angga, langkah ini menjadi strategi penting untuk menjaga stabilitas pasokan telur sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi desa.
“Produksi telur dari Margahayu tidak hanya untuk kebutuhan warga, tapi juga bisa dipasarkan ke desa-desa sekitar. Jadi manfaatnya lebih luas,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Desa bersama BUMDes berencana meningkatkan kapasitas produksi dan memperbaiki kualitas hasil ternak.
Angga berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain, khususnya di wilayah Manonjaya.
“Kami ingin Margahayu menjadi contoh dalam memanfaatkan potensi desa demi kesejahteraan bersama,” tambahnya.














