Ali, warga setempat yang juga menjabat sebagai Kaur Perencanaan Desa Sukanagara, membenarkan terjadinya musibah tersebut. Ia menyampaikan bahwa saat kejadian, sekolah sedang dalam masa libur sehingga tidak ada siswa yang berada di dalam kelas. “Syukurlah tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materi tentu ada. Kami berharap segera ada perbaikan, mengingat masa libur sekolah hampir usai dan anak-anak akan kembali belajar,” tuturnya.
Untuk sementara, ruang kelas 5 dan 6 dikosongkan demi keamanan. Proses belajar mengajar kemungkinan akan dialihkan ke ruang lain atau metode alternatif sampai perbaikan dilakukan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kementerian Agama Kabupaten Ciamis belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.***














