“Semua yang kami lakukan berbasis pada dokumen perencanaan strategis jangka pendek dan menengah, termasuk evaluasi menyeluruh terhadap capaian maupun kekurangannya,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa capaian penting selama masa kepemimpinannya antara lain peningkatan aset, perbaikan indikator kinerja utama, serta rasio keuangan yang membaik secara umum.
Tantangan NPL dan Harapan ke Depan
Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian Kurniawan adalah pengendalian Non Performing Loan (NPL), yang ia sebut sebagai“momok menakutkan” dalam dunia perbankan.
Ia menekankan pentingnya peran analis kredit yang tidak hanya menilai dari sisi usaha dan finansial, tapi juga dari komitmen nasabah itu sendiri.
“Kami berharap ke depan, kinerja NPL dapat diturunkan lebih cepat. BPR ini harus didukung oleh nasabah yang berkomitmen agar bisa melesat dan menjadi penggerak perekonomian daerah,” ungkapnya.
Penghormatan dan Apresiasi
Direktur Utama Perumda BPR Galuh Ciamis, Usman, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan kontribusi para pegawai yang telah purna tugas.
“Kami ingin acara ini menjadi kenangan indah sebagai tanda hormat dan apresiasi atas kerja keras yang telah ditorehkan oleh Pak Kurniawan dan Pak Dedi,” ungkapnya.
“Semangat mereka akan terus menjadi inspirasi bagi seluruh insan BPR Galuh Ciamis,” ujarnya.
Dengan pelepasan dua figur penting ini, BPR Galuh Ciamis memasuki babak baru.
Pemerintah daerah dan manajemen BPR sepakat untuk terus mendorong kolaborasi, komitmen, dan akuntabilitas.
Demi menghadirkan layanan perbankan yang kuat dan berkelanjutan bagi masyarakat Ciamis.














