banner 720x220

Apa Ijon Proyek? Skema Korupsi yang Menjerat Bupati Bekasi

Konfrensi pers KPK terkait kasus proyek Bupati Bekasi, sumber foto: tangkapan layar instagram/@official.kpk
Konfrensi pers KPK terkait kasus proyek Bupati Bekasi, sumber foto: tangkapan layar instagram/@official.kpk

Saat proyek benar-benar masuk dalam perencanaan.

Proses lelang berpotensi hanya menjadi formalitas karena pemenangnya sudah ditentukan jauh hari.

Perbedaan Ijon Proyek dengan Suap Konvensional

Berbeda dengan suap proyek konvensional yang biasanya terjadi saat proyek berjalan atau tender berlangsung.

Ijon proyek justru bekerja lebih dini dan lebih senyap.

Uang diberikan pada fase paling rawan pengawasan, yakni ketika proyek belum tercatat di sistem resmi.

KPK menilai praktik ini merusak sendi tata kelola pemerintahan.

Ijon proyek membuka ruang kolusi, menyingkirkan persaingan usaha yang sehat.

Lalu berpotensi menurunkan kualitas pembangunan karena proyek dikerjakan bukan berdasarkan kompetensi, melainkan balas jasa.

Dalam OTT tersebut, KPK menetapkan tiga tersangka, termasuk kepala daerah aktif dan pihak swasta sebagai pemberi.

Total uang yang diduga terkait ijon proyek dan penerimaan lain mencapai belasan miliar rupiah, dengan barang bukti uang tunai turut diamankan.

Menurut KPK, praktik ijon proyek tetap memenuhi unsur suap dan penerimaan hadiah atau janji sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Baik penerima maupun pemberi dapat dijerat pidana karena sama-sama berperan dalam merusak sistem anggaran negara.

Kasus Bekasi menjadi pengingat bahwa korupsi tidak selalu dimulai saat proyek dikerjakan.

Justru, tahap paling berbahaya adalah saat proyek belum ada, ketika janji, jabatan, dan masa depan anggaran diperdagangkan secara diam-diam.

Melalui pengungkapan ini, KPK menegaskan bahwa menjual proyek yang belum lahir adalah bentuk korupsi yang tak kalah serius dari mengatur tender.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *