Misi mereka satu: memadamkan api peperangan di kawasan Teluk agar tidak meluas menjadi krisis global yang tak terkendali.
Nusron menegaskan bahwa koalisi pemimpin ini memiliki visi yang identik, yaitu memastikan perang tidak berlarut-larut karena dampaknya akan menghantam stabilitas ekonomi dan keamanan dunia.
Mengapa Indonesia optimis bisa menjadi penengah? Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), memberikan analisis tajam.
Menurutnya, Presiden Prabowo memiliki modal unik yang tidak dimiliki banyak pemimpin dunia: akseptabilitas.
”Presiden Prabowo adalah aktor yang diterima oleh semua pihak yang berkonflik. Ini adalah peluang emas bagi Indonesia untuk menjadi mediator komunikasi,” ujar Gus Yahya.
Lebih lanjut, Gus Yahya mengingatkan bahwa stabilitas Timur Tengah bukan sekadar isu jarak jauh.
Konflik di sana bersentuhan langsung dengan kepentingan domestik Indonesia, mulai dari urusan energi hingga stabilitas ekonomi rakyat.














