banner 720x220
News  

Alasan BGN Stop 1.512 SPPG: Dari Absennya Sertifikat Higiene hingga Masalah Limbah

Sumber foto: BGN
Sumber foto: BGN

Akibatnya, pembuangan limbah operasional berisiko mencemari lingkungan sekitar.

​Kendala Manajerial: Sebanyak 175 unit juga kedapatan belum menyediakan fasilitas tempat tinggal (mess) bagi personel kunci seperti Kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan, yang menghambat efektivitas pengawasan di lokasi.

​Jawa Timur Jadi Wilayah Terdampak Terbesar

​Secara geografis, sebaran penutupan ini cukup luas.

Jawa Timur mencatatkan angka tertinggi dengan 788 unit yang harus berhenti beroperasi untuk sementara waktu.

Sementara itu, wilayah lain mengikuti seperti Jawa Barat (350 unit), DI Yogyakarta (208 unit), Banten (62 unit), Jawa Tengah (54 unit), dan DKI Jakarta (50 unit).

​Verifikasi dan Pendampingan

​Meskipun langkah ini terlihat drastis, Dony memastikan bahwa BGN tidak akan membiarkan unit-unit tersebut terbengkalai.

BGN berkomitmen melakukan pendampingan intensif agar setiap unit segera membenahi fasilitasnya.

​Proses pembukaan kembali akan dilakukan secara bertahap. Syaratnya cuma satu: kepatuhan total.

​“Operasional akan kami buka kembali setelah seluruh persyaratan operasional dan standar yang ditetapkan terpenuhi sepenuhnya,” pungkas Dony.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kualitas dan keamanan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *