
“Alhamdulillah, tahun ini ada 49 peserta yang ikut ujian. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Ciamis, Depok, dan beberapa lembaga mitra lainnya,” tambahnya dengan bangga.
Sementara itu, Dinul Muhammad Hakiki dari Helwa Center, salah satu lembaga mitra yang mengirimkan delapan santrinya dalam ujian tersebut.
Menilai kegiatan ini sebagai momentum penting mempererat kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Mesir.
“Kami sangat bersyukur delapan santri kami bisa ikut serta. Semoga ujian ini menjadi langkah awal yang memudahkan jalan mereka menimba ilmu di Al-Azhar dan membuka lebih banyak peluang bagi pelajar Indonesia di masa depan,” ungkapnya.
Ujian Mu’adalah ini tidak sekadar menjadi penilaian akademik.
Teapi juga wujud tekad generasi muda Indonesia untuk menuntut ilmu hingga ke negeri para ulama.
Heni/Kondusif.com














