banner 720x220
News  

“Adab Lebih Tinggi dari Ilmu” Respons Keras Tokoh Ciamis Soal Tayangan Xpose Uncensored

Sementara pesantren menjadi lembaga yang tetap konsisten membentuk karakter generasi yang bermoral dan berakhlak.

Pesan untuk Publik: Santri Diajarkan Tawadhu, Bukan Takluk

Sebagai Ketua Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Jalatrang, Solihin juga mempertanyakan logika publik yang menilai perilaku tawadhu santri sebagai bentuk penindasan.

“Apakah lebih pantas anak-anak sekarang petantang-petenteng di depan guru dan orang tuanya, atau justru harus tawadhu seperti santri terhadap kyainya?” ucapnya retoris.

Menurutnya, publik perlu menggunakan akal sehat dan hati yang jernih dalam menilai budaya pesantren yang sarat makna spiritual.

Bukan sekadar simbol ketaatan buta.

Ajak Semua Pimpinan Pesantren Bersatu

Sebagai mantan aktivis HMI, Solihin juga mengajak para pimpinan pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk bersatu melawan narasi negatif dan komentar liar yang menyudutkan pesantren.

“Sebagian besar komentar miring itu justru datang dari orang yang tidak pernah menjadi santri. Kalau mau mengomentari pesantren, jadilah santri dulu yang benar,” tegasnya.

Ingat Jasa Kyai dan Santri untuk Bangsa

Di akhir pernyataannya, Solihin juga mengingatkan kembali pesan Bung Karno:

“Jas Merah Jangan sekali-kali melupakan sejarah.”

“Bangsa ini bisa merdeka berkat andil para kyai dan santri yang ikut berjuang mengusir penjajah. Karena itu, jangan biarkan warisan perjuangan itu dinodai oleh tayangan yang menyesatkan,” pungkasnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *