Tasimalaya, Kondusof.com — Pergerakan tanah di Dusun Margamulya, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, semakin meluas sejak Januari 2025. Hingga kini, 103 kepala keluarga (KK) dengan 271 jiwa terdampak, sementara 99 jiwa telah dievakuasi ke posko pengungsian di balai desa.
Ketua RT 02/01, Rasman, mengungkapkan retakan awalnya kecil namun terus membesar hingga mencapai tiga meter. “Awalnya warga enggan mengungsi, tetapi setelah melihat kondisi semakin parah, kini semuanya sudah dievakuasi,” ujarnya.
Hujan Lebat Memperparah Longsor
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Nurdin, menyebut bahwa intensitas hujan tinggi mempercepat pergerakan tanah. “Dua minggu lalu, hanya 23 KK terdampak. Sekarang sudah 103 KK. Kami telah mengungsikan 42 KK dengan 99 jiwa ke balai desa serta mendirikan posko bantuan. Tim geologi sudah turun untuk menilai kondisi tanah, dan beberapa rumah akan direlokasi,” katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Mohamad Zen, M.Pd, memastikan pemerintah terus menyalurkan bantuan. “Kami tidak hanya mengevakuasi, tetapi juga memenuhi kebutuhan pengungsi, termasuk logistik dan dapur umum. Kami juga berkoordinasi dengan provinsi dan pusat untuk solusi jangka panjang, termasuk relokasi jika diperlukan,” tegasnya.
Warga Mulai Sadar Bahaya, Bantuan Terus Berdatangan
Kepala Desa Cikondang, Rosita, menuturkan bahwa awalnya masyarakat tidak menyadari ancaman pergerakan tanah. “Setelah hujan sehari semalam, retakan semakin besar, barulah mereka melapor. Sekarang sebagian warga mengungsi ke rumah keluarga, sebagian lagi di posko utama. Tidak ada korban jiwa, tetapi lahan pertanian dan kolam ikan terdampak. Bantuan terus berdatangan dari berbagai daerah,” jelasnya.














