CIAMIS,Kondusif.com,- Halalbihalal Pemkab Ciamis, Aula Setda Kabupaten Ciamis mendadak riuh, Kamis, (2/4/2026). Sebanyak 250 undangan, mulai dari kepala dinas hingga perwakilan pegawai yang datang memboyong pasangan masing-masing, berkumpul dalam tradisi tahunan: Halalbihalal 1447 Hijriah.
Namun, di balik jabat tangan dan aroma ketupat yang masih terasa, terselip pesan serius tentang optimisme di tengah himpitan anggaran.
Bupati Ciamis tak menampik bahwa Idulfitri tahun ini terasa berbeda.
Ia blak-blakan menyebut kondisi keuangan daerah sedang tidak “gemuk”.
Alih-alih menggelar seremoni mewah, Pemerintah Kabupaten Ciamis memilih memangkas berbagai pengeluaran non-prioritas demi menyelamatkan pos pelayanan publik.
“Jangan sampai karena keterbatasan anggaran, kita menjadi pesimis. Kita harus tetap optimis dan terus melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tegas Bupati di hadapan para asisten dan staf ahli.
Hadir Tanpa Harus Berkocek Tebal
Bagi sang Bupati, birokrasi yang responsif tidak melulu soal kucuran dana besar.
Ia mendorong para aparatur untuk lebih sering turun ke lapangan, menyapa warga secara langsung meski dengan tangan hampa.
Menurutnya, kehadiran fisik pejabat di tengah kesulitan warga sudah menjadi obat penawar tersendiri.
”Ketika masyarakat mengalami kesulitan, cukup hadir, menyapa, dan melihat kondisi mereka. Itu sudah membuat mereka merasa diperhatikan dan dilindungi,” ujarnya.
Ia pun memamerkan capaian jajarannya yang tetap moncer meski ikat pinggang sedang dikencangkan.














