banner 720x220
News  

Danantara Eksekusi Proyek PSEL: Sasar Wilayah dengan Volume Sampah 1.000 Ton

Foto: Mendagri Tito Karnavian saat memberikan sambutan di acara Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 di Jakarta (istimewa)
Foto: Mendagri Tito Karnavian saat memberikan sambutan di acara Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 di Jakarta (istimewa)

JAKARTA,Kondusif.com,- Pemerintah Indonesia mulai memacu mesin ekonomi baru melalui sektor pengelolaan sampah. Tak tanggung-tanggung, Presiden Prabowo Subianto menugaskan Badan Pengelola Investasi Danantara untuk memimpin revolusi teknologi Waste-to-Energy atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Langkah ambisius ini bertujuan mengubah tumpukan limbah yang selama ini menjadi beban, menjadi sumber energi listrik bernilai tinggi.

​Dalam Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 di Jakarta, Rabu (25/2/2026), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membeberkan peta jalan besar tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa Danantara akan menyasar daerah atau gabungan daerah (aglomerasi) yang memiliki volume sampah raksasa.

​“Presiden menugaskan Danantara untuk menerapkan pengelolaan sampah dengan skema Waste-to-Energy. Fokusnya adalah wilayah dengan volume sampah 1.000 ton ke atas per hari, karena pada titik itulah nilai ekonomisnya cukup besar untuk menyuplai energi listrik,” tegas Tito di hadapan 1.500 peserta Rakornas.

​Solusi Aglomerasi: Gabungkan Sampah Antar Daerah

​Mendagri menjelaskan bahwa tidak semua kota berdiri sendiri untuk mencapai target 1.000 ton tersebut.

Solusinya adalah melalui skema aglomerasi, di mana beberapa kabupaten/kota penyangga digabungkan aliran sampahnya ke satu pusat pengolahan.

​“Danantara tidak mengerjakan di bawah 1.000 ton. Jadi, kalau satu kota seperti Malang tidak sampai, maka dibuat aglomerasi dengan daerah di sekitarnya. Begitu juga dengan Jakarta yang produksinya sudah di atas angka itu,” tambahnya.

​Strategi ini berkaca pada keberhasilan China yang bertransformasi dari negara terkotor menjadi salah satu yang terbersih di dunia.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *