banner 720x220

Tarhib Ramadan: Menyambut Tamu Agung, Bukan Sekadar Menahan Lapar

Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi

Khazanah,Kondusif.com,- Tarhib Ramadan, Seringkali kita terjebak dalam rutinitas tahunan yang itu-itu saja. Begitu kalender mendekati bulan Ramadan, hal pertama yang terlintas di pikiran biasanya adalah: “Nanti sahur masak apa ya?” atau “Kuat tidak ya menahan haus seharian?” Padahal, jika kita menilik lebih dalam, Ramadan bukanlah beban yang datang setahun sekali untuk menyiksa fisik kita. Sebaliknya, ia adalah “Tamu Agung” yang membawa kado spesial berupa ketenangan jiwa.

​Mengubah Pola Pikir (Mindset Shifting)

​Langkah awal yang harus kita tempuh adalah mengubah sudut pandang.

Bayangkan Anda sedang menunggu kedatangan sahabat lama yang sangat kaya dan dermawan.

Tentu Anda tidak akan mengeluh karena harus membersihkan rumah demi menyambutnya, bukan? Justru Anda akan merasa antusias.

​Begitu pula dengan Ramadan. Mulailah berhenti memandang puasa sebagai sekadar “kegiatan tidak makan dan tidak minum”.

Posisikan Ramadan sebagai momen detoksifikasi mental.

Ketika kita aktif mengendalikan nafsu, sebenarnya kita sedang mengambil alih kendali atas diri kita sendiri yang selama sebelas bulan ini mungkin terlalu sering dikendalikan oleh keinginan duniawi.

​Mengapa Harus Tarhib Ramadan?

​Secara bahasa, Tarhib berarti melapangkan dada. Artinya, kita menyambut Ramadan dengan perasaan yang luas dan gembira.

Alih-alih merasa terbebani dengan jadwal yang berubah drastis, cobalah untuk lebih aktif mencari tahu keistimewaan apa saja yang tersimpan di dalamnya.

​Berikut adalah beberapa cara agar transisi spiritual ini terasa lebih organik:

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *