CIAMIS,Kondusif.com,- Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis belakangan ini memicu jebolnya tanggul Sungai Citalahab, Senin (16/2/2026).
Bencana ini menyebabkan banjir luapan yang merendam puluhan hektare persawahan di Kecamatan Pamarican.
Hal itu memaksa para petani melakukan panen dini guna menghindari kerugian yang lebih besar.
Koordinator Penyuluh Pertanian (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pamarican, Ani Alviah, S.P., turun langsung meninjau lokasi terdampak untuk memantau kondisi lapangan serta menyerap aspirasi para petani, Selasa (17/2/2026).
Berdasarkan hasil pantauan, wilayah yang mengalami dampak cukup parah meliputi Desa Sukahurip, Bangunsari, Neglasari, dan Sukajaya.
Berpacu dengan Waktu
Di hamparan sawah Dusun Kubang Pari, Desa Bangunsari, suasana kesibukan terlihat berbeda dari biasanya.
Para petani tampak tergesa-gesa memotong dan merontokkan padi meski bulir gabah belum sepenuhnya matang sempurna.
”Kami terpaksa panen lebih awal. Air sempat merendam rumah dan sawah hingga setinggi dada. Jika tidak segera dipanen sekarang, kami khawatir hujan turun lagi nanti sore dan merendam sisa tanaman yang ada,” ujar Bapak Undih, salah satu petani setempat dengan nada cemas.
Kondisi tanaman padi yang sudah rebah (terkulai) akibat terjangan arus air memang menuntut penanganan cepat.
Jika dibiarkan terendam lebih lama, kualitas gabah akan menurun drastis, membusuk.














