banner 720x220
News  

Bupati Herdiat Tegaskan Masjid Jadi Benteng Moral, Anugerah Masjid Ramah 2025 Resmi Digelar

CIAMIS,Kondusif.com,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya membuka secara resmi Anugerah Masjid Ramah Tingkat Kabupaten Ciamis 2025 yang digelar di Aula Setda Ciamis, Senin (8/12/2025).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ikhtiar nyata pemerintah daerah untuk memperkuat akhlak generasi muda di tengah tantangan moral yang semakin kompleks.

Sejak awal, Bupati Herdiat mengajak seluruh hadirin mendoakan korban bencana di Sumatra dan menyerukan pentingnya solidaritas umat.

Setelah itu, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada MUI, DMI, Baznas, serta seluruh pihak yang konsisten mendorong program masjid ramah sejak tahun 2022.

Menurut Herdiat, lahirnya program ini tidak lepas dari kondisi keprihatinan terhadap merosotnya akhlak generasi muda.

Termasuk fenomena penyalahgunaan digital dan munculnya akun-akun LGBT yang secara terang-terangan beredar di Ciamis.

Ia menegaskan bahwa masjid harus kembali menjadi pusat pembinaan umat.

“Penilaian Masjid Ramah ini menjadi ruang pembinaan generasi muda. Semakin baik masjidnya, semakin kuat moral masyarakatnya,” ujar Herdiat.

Ia menambahkan, Pemkab Ciamis akan tetap berpihak pada pembangunan keagamaan meski APBD sedang mengalami tekanan berat.

100 Masjid Dinilai, Penilaian Berlangsung 6 Bulan

Kegiatan Anugerah Masjid Ramah Ciamis 2025 merupakan gelaran keempat sejak dimulai pada April hingga November 2025.

Tahun ini, sebanyak 100 masjid menjadi peserta, terdiri dari 27 masjid besar, 54 masjid jami, dan 19 masjid pelayanan.

Seluruh proses melibatkan 100 tim penilai serta dihadiri 200 Ketua DKM pada puncak acaranya.

Penilaian menggunakan standar Idaroh, Imaroh, dan Riayah, dipadu dengan lima kategori kearifan masjid ramah:

Ramah anak dan perempuan

Kemudian, ramah difabel dan lansia

Lalu, ramah lingkungan

Selanjutnya, ramah keragaman

Terakhir, ramah musafir dan duafa

Selain itu, masjid juga dinilai dari aspek pengelolaan zakat melalui UPZ.

Metode penilaian dilakukan secara terbuka dan tertutup, kemudian diverifikasi kembali di tingkat kabupaten. Seluruh pembiayaan bersumber dari APBD Ciamis 2025.

MUI: Lomba Ini Pertama di Indonesia

Ketua MUI Ciamis, KH. Syaiful Uyun, menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya anugerah ini.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *