BANDUNG,Kondusif.com,- Paket Konstruksi Jabar, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) menyiapkan langkah besar pada Tahun Anggaran 2025.
Sebanyak 361 paket pekerjaan konstruksi dengan total nilai Rp2,287 triliun akan digulirkan untuk mengatasi ruas jalan rusak.
Kemudian, memperkuat konektivitas, dan menuntaskan penanganan jembatan-jembatan kritis di berbagai wilayah.
Kepala DBMPR Jabar Agung Wahyudi mengatakan program tahun ini dirancang untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang membutuhkan intervensi mendesak, baik melalui rekonstruksi, rehabilitasi, maupun pemeliharaan berkala.
Menurutnya, ribuan kilometer jalan provinsi memerlukan penanganan berkelanjutan agar tingkat kemantapan tetap terjaga.
“Fokus kami adalah meningkatkan performa jalan dan jembatan, khususnya pada ruas yang masuk kategori rusak ringan hingga rusak berat. Dengan percepatan penanganan, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Agung di Bandung, Rabu (3/12/2025).
Dari total 361 paket, DBMPR membaginya menjadi 105 paket murni, 139 paket hasil pergeseran, 60 paket perubahan, serta 57 paket yang dibiayai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT dan BTT 2).
Paket Pergeseran Terbesar
Kelompok paket pergeseran menjadi yang terbesar dengan nilai lebih dari Rp1,245 triliun, sebagian besar dialokasikan untuk rekonstruksi dan pelebaran jalan.
Sementara itu, paket murni senilai Rp321,31 miliar diarahkan pada pemeliharaan berkala, pembangunan pelengkap, dan rehabilitasi.
Adapun paket perubahan dengan total Rp348,672 miliar diprioritaskan untuk penanganan cepat terhadap ruas jalan dan jembatan yang membutuhkan tindakan segera.
Selain program rutin, DBMPR juga menyiapkan skema anggaran BTT untuk respons darurat di lapangan, terutama pada lokasi yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat jika tidak ditangani segera.














