banner 720x220
News  

Gunung Semeru Naik ke Level Awas, Warga Mulai Dievakuasi di Tengah Luncuran Awan Panas

Sumber foto : PVMBG Kementerian ESDM
Sumber foto : PVMBG Kementerian ESDM

LUMAJANG,Kondusif.com,— Gunung Semeru Erupsi,- Aktivitas Gunung Semeru meningkat drastis dalam waktu singkat. Rabu (19/11) sore, gunung tertinggi di Jawa ini melompat dari status Siaga ke Awas hanya dalam satu jam. Pukul 17.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menetapkan level tertinggi itu setelah serangkaian erupsi dan awan panas terpantau meluncur ke arah tenggara dan selatan.

Kenaikan mendadak ini membuat BNPB langsung menggerakkan seluruh jajaran.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto meminta tim di lapangan mempercepat pemantauan, terutama terkait potensi korban dan kebutuhan evakuasi.

Instruksi itu segera diteruskan ke Pusdalops dan BPBD Lumajang yang berada di wilayah terdampak.

Gunung Semeru Erupsi Ratusan Warga Mengungsi

Semeru mulai erupsi sekitar pukul 14.13 WIB. Awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 13 kilometer terlihat jelas mengarah ke Besuk Kobokan.

Tak lama setelah itu, guguran tambahan kembali muncul, membuat aparat desa dan relawan mempercepat langkah evakuasi.

Hingga malam hari, sedikitnya 300 warga telah mengungsi dari tiga desa di dua kecamatan, yakni Desa Supit Urang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.

Sebagian besar warga kini ditampung di dua lokasi, yaitu Balai Desa Oro-Oro Ombo yang menampung sekitar 200 jiwa, dan SDN 2 Supiturang yang menampung sekitar 100 jiwa.

Sebagian lainnya diarahkan ke Balai Desa Penanggal sambil menunggu pendataan lanjutan.

Aparat BPBD menyebut jumlah ini masih dapat bertambah seiring intensitas erupsi.

Visual Erupsi Semeru Terlihat Jelas, Warga Diminta Tidak Menunggu Situasi Memburuk

Dari hasil pengamatan PVMBG, awan panas guguran tampak sangat jelas mengarah ke tenggara–selatan.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *