Ciamis,Kondusif.com,– Bakso Mas Pejo Ciamis,- Di kawasan perempatan Mr. Iwa Kusuma, tepat di depan PDAM Ciamis, berdiri sebuah gerobak bakso yang aromanya sering mengundang orang untuk berhenti sejenak.
Di lokasi yang sama dengan pedagang es kelapa, seorang pria paruh baya tampak sibuk menjaga dagangannya.
Ia adalah Mas Pejo (53), perantau asal Solo yang sudah bertahun-tahun mengandalkan hidup dari gerobak bakso tersebut.
Namun sejak musim hujan mulai rutin mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis, suasana di sekitar perempatan itu berubah.
Jalanan lebih lengang, pembeli makin jarang terlihat, dan gerobak yang dulu tak pernah sepi kini hanya menunggu tanpa banyak aktivitas.
“Musim hujan ini berat sekali. Satu gerobak bakso saja belum habis setengah. Orang-orang males keluar rumah, ditambah kondisi ekonomi juga lagi susah,” ujarnya sambil mengaduk kuah panas yang mengepul dari panci aluminium.
Harga Tetap Terjangkau, Namun Pembeli Tetap Menurun
Mas Pejo menjual bakso dengan harga yang masih ramah untuk semua kalangan: Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per porsi, tergantung varian dan isiannya.
Ada bakso halus, bakso urat, tahu bakso, hingga bakso telur yang biasanya jadi favorit pelajar.
Tetapi kini, meski harganya tak berubah, lonceng kecil gerobaknya jarang terdengar.














