banner 720x220
News  

Fenomena Baru di Indonesia: Banyak Istri Gugat Cerai Karena Lebih Kaya dari Suami

Jakarta, Kondusif.com,– Lonjakan angka perceraian di Indonesia dalam empat tahun terakhir menjadi alarm serius bagi ketahanan keluarga.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren perceraian terus naik sejak 2019 hingga 2022, sementara angka pernikahan justru menurun tajam.

Fenomena ini menjadi sorotan dalam webinar bertajuk “Ketahanan Keluarga, Maslahat & Isu Gender” yang digelar oleh Kelompok Riset Agama, Gender, dan Kelompok Minoritas Pusat Riset Agama dan Kepercayaan (PRAK) BRIN, Rabu (12/11/2025) di Gedung BRIN Gatot Subroto, Jakarta.

Kepala PRAK BRIN, Aji Sofanudin, mengungkapkan bahwa sepanjang 2024 tercatat 408.347 kasus perceraian, dan 78 persen di antaranya diajukan oleh pihak istri.

Menariknya, sebagian besar berasal dari kalangan guru perempuan bersertifikasi yang memiliki pendapatan lebih tinggi dari suaminya.

Menurut Aji, ketimpangan ekonomi dalam rumah tangga menjadi faktor dominan yang menggerus keharmonisan keluarga.

Ketika istri lebih mapan secara finansial, dinamika kekuasaan dalam rumah tangga sering kali bergeser dan memicu konflik.

Meski demikian, Aji menilai tren perceraian mulai menurun pada 2025.

Hal ini didorong oleh program pembinaan pra-nikah dan edukasi keluarga muda yang digencarkan pemerintah untuk memperkuat kesiapan pasangan menghadapi dinamika rumah tangga modern.

Gaya Hidup Berpengaruh Pada Angka Perceraian Indonesia

Selain faktor ekonomi, perubahan sosial dan gaya hidup urban turut memengaruhi ketahanan keluarga.

Urbanisasi, peralihan pekerjaan dari sektor pertanian ke industri, dan meningkatnya kebutuhan air bersih di kawasan padat industri memberi tekanan baru pada kehidupan rumah tangga.

“Ketahanan keluarga adalah fondasi ketahanan bangsa. Dari keluarga yang kuat lahir masyarakat yang berdaya dan bermoral,” ujar Aji.

6 Faktor Pendorong Angka Perceraian Indonesia

Sementara itu, Warnis, Peneliti Ahli Utama PRAK, mengidentifikasi enam faktor utama pendorong perempuan menggugat cerai.

Masalah ekonomi, ketidaktanggungjawaban suami, kurangnya dukungan emosional, perselingkuhan.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *