Jakarta, Kondusif.com,- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengungkap dalang di balik kerusuhan aksi September lalu.
Desakan ini muncul setelah Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI mengumumkan hasil sidang etik terhadap lima anggota DPR nonaktif.
Sidang yang dipimpin Ketua MKD Nazaruddin Dek Gam di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (5/11/2025), memutuskan tiga anggota DPR terbukti melanggar kode etik.
Sementara dua lainnya, yakni Adies Kadir dan Surya Utama (Uya Kuya), dinyatakan tidak bersalah dan langsung direhabilitasi.
Menanggapi hasil tersebut, BEM Nusantara menilai ada skenario besar yang sengaja dirancang untuk menciptakan kegaduhan dan memecah belah masyarakat.
Mereka menilai kerusuhan yang terjadi sepanjang Agustus hingga September bukan murni bagian dari gerakan mahasiswa.
Menurut BEM Nusantara, gelombang pembakaran fasilitas publik dan ledakan hoaks yang masif merupakan bentuk provokasi dari aktor-aktor tertentu yang hingga kini belum tersentuh hukum.
Mereka menduga ada operasi sistematis untuk mendiskreditkan mahasiswa dan menutupi dalang sebenarnya.














