Jakarta, Kondusif.com,- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meluncurkan layanan “Lapor Pak Amran” melalui WhatsApp di nomor 0823-1110-9390. Langkah ini menjadi gebrakan baru untuk memberantas mafia pupuk dan memastikan harga pupuk bersubsidi sesuai ketentuan pemerintah.
Melalui kanal ini, petani dan kelompok tani bisa langsung melapor kepada Mentan jika menemukan kecurangan di lapangan, seperti harga di atas HET atau pupuk palsu. Semua laporan dijamin rahasia identitas pelapor.
“Nomor ini saya pegang langsung. Setiap laporan akan kami tindak cepat. Kita harus lindungi 160 juta petani Indonesia dari mafia dan koruptor sektor pertanian,” tegas Amran saat konferensi pers di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Program “Lapor Pak Amran” dikawal langsung oleh tim pengawasan Kementan.
Kanal ini diharapkan memperkuat kontrol distribusi pupuk dan mempercepat respon pemerintah terhadap dugaan pelanggaran di daerah.
Amran meminta laporan yang masuk berisi informasi lengkap, mulai dari alamat kios atau distributor hingga jenis pupuk dan harga jualnya.
Langkah ini akan memudahkan Kementan menindak tegas pelaku yang menjual pupuk di atas HET.
“Tolong sertakan alamat dan jenis pupuknya. Pemerintah sudah menurunkan HET pupuk 20 persen. Jika masih ada yang menaikkan harga, kami langsung cek dan cabut izinnya,” ujarnya menegaskan.














