Ciamis,kondusif.com,– Program revitalisasi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ciamis memiliki ciri khas tersendiri. Tidak seperti proyek pembangunan pada umumnya yang melibatkan pihak ketiga, kali ini seluruh proses dijalankan dengan sistem swakelola.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Ciamis, Sigit Ginanjar, S.E., M.M., menegaskan bahwa model swakelola dipilih agar pembangunan lebih transparan sekaligus melibatkan sekolah secara langsung.
“Tanggung jawab ada di sekolah dan panitia pembangunan. Disdik hanya sebatas memonitor agar semua sesuai aturan,” ujar Sigit, Rabu (3/9/2025).
Revitalisasi SD Ciamis Swakelola Dinilai Lebih Efektif
Sigit menjelaskan, sistem swakelola memungkinkan setiap sekolah menyusun panitia pembangunan sendiri.
Dengan demikian, proses perencanaan hingga pelaporan dikerjakan secara mandiri oleh sekolah yang bersangkutan.
Menurutnya, langkah ini lebih efektif dibandingkan menyerahkan kepada pihak ketiga.
“Sekolah akan merasa lebih memiliki karena mereka yang mengatur dan melaksanakan langsung. Kami percaya cara ini lebih tepat sasaran,” katanya.
Sigit menambahkan bahwa anggaran Revitalisasi tersebut bersumber dari anggaran Kementerian Pendidikan.
“Untuk revitalisasi itu bersumber dari anggaran kementrian pendidikan dasar dan menengah,” pungkasnya.
Transparansi Jadi Kunci
Disdik Ciamis tetap memiliki peran penting, yaitu melakukan pendampingan dan monitoring.
Tujuannya agar penggunaan anggaran sesuai dengan petunjuk teknis dan peraturan yang berlaku.














