Kemudian, Luka Ringan: Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan (perawatan di Hospital Level I UNIFIL).
Lalu, Baru (Insiden Senin): Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.
Investigasi di Tengah Barisan Api
Mabes TNI juga menegaskan bahwa hingga saat ini pihak UNIFIL masih berjibaku melakukan investigasi di lapangan.
Belum ada pernyataan resmi mengenai pihak mana yang bertanggung jawab atas ledakan maupun serangan artileri yang menyasar para penjaga perdamaian ini.
Merespons situasi yang kian tak terkendali, TNI juga langsung memberlakukan status siaga tinggi.
“Kami terus memonitor perkembangan situasi setiap detik dan menyiapkan langkah-langkah kontinjensi sesuai dinamika di daerah misi,” tulis pernyataan resmi TNI.
Meski komitmen terhadap mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tetap tegak.
Jeselamatan prajurit juga kini menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar.
Saat ini, pihak TNI bersama KBRI Beirut juga tengah mempercepat proses administrasi untuk memulangkan jenazah para syuhada perdamaian ke tanah air.
Sumber: Puspen TNI














